Menelusuri Geopark Ciletuh di Musim Hujan. Sehari Bisa Dapet 6 Curug!

Situs Geopark Ciletuh Sukabumi menjadi destinasi dambaan para wisatawan, terutama dari daerah Bandung dan Jakarta. Tapi gimana kalo menjelajahi objek wisata ini di musim hujan? Kira-kira aman gak ya?

***

Siapa sih yang gak tau Geopark Ciletuh? Well, at least kamu tau salah satu curug di objek wisata ini. Buat kamu yang suka explore curug atau air terjun, rasanya gak asing begitu mendengar tempat yang cukup terkenal ini.

Adalah Geopark Ciletuh yang berada di Sukabumi, Jawa Barat, dengan pesona alam dan curug yang sangat indah. Pada tanggal 17 April 2018, Geopark Ciletuh telah resmi mendapatkan predikat sebagai Unesco Global Geopark (UGG) karena punya potensi keindahan alam yang lengkap. Gak tanggung-tanggung, di tempat ini kamu bisa menikmati keindahan curug, gunung, sawah, ladang, dan berujung di muara sungai ke laut! Lengkap banget kan?

Nah, kali ini saya berkesempatan mengunjungi objek wisata yang sangat indah ini. Well, sebenernya udah lama pengen dateng ke tempat ini, cuma sayangnya butuh effort yang lumayan gede buat ke Geopark Ciletuh. Seperti apa sih effort-nya?

 

Perjalanan Jakarta – Geopark Ciletuh

Bersama 8 orang temen ngetrip menggunakan 2 mobil, kita sepakat untuk meeting point di dekat Stasiun Bogor jam 11 malam. Maklum, ada ketakutan kalo bakalan macet di jalan karena lagi long weekend. Disarankan juga buat kamu agar jalan di malam hari biar sampai di Geopark Ciletuh pagi hari. Kalo jalannya pagi atau siang hari, pasti kena macet dan bisa-bisa baru sampai disana sore hari.

 

“Salah satu tujuan ke Geopark Ciletuh : Curug Cimarinjung”

 

Perjalanan cukup menantang dan banyak liku. Ada baiknya kamu minum Antimo biar ga mabok selama perjalanan. Saya aja sempet mabok dan pusing karena mobil ngebut dan jalanannya yang memusingkan, bahkan buat tidur pun sulit banget. Oya, tetep utamakan keselamatan walaupun ngebut ya. Jangan berpikir untuk cepat sampai tujuan tapi lupa akan keselamatanmu. πŸ™‚

Sampai di Geopark Ciletuh sekitar jam 7 pagi, dilanjutkan dengan mencari sarapan di atas gunung dengan view laut. Ah, akhirnya terbayar juga gak tidur semaleman dengan menikmati lanskap laut yang sangat bahari ini…

P.S.: Masuk ke Geopark Ciletuh ga dikenakan biaya ya, tapi di beberapa objek wisata akan dikenakan biaya tertentu.

 

“Kalo sarapan dengan view kayak gini, siapa yang nolak?”

 

Awas Musim Hujan!

Walaupun perjalanan ke Geopark Ciletuh cukup sulit dan banyak rintangan (kera sakti kale), semua akan terbayar karena objek-objek wisatanya saling berdekatan! Dengan hanya memakan waktu sekitar 15-30 menit, kamu bisa mengunjungi sampai 6 objek wisata dalam sehari!

Destinasi pertama yaitu Puncak Darma. Dengan membayar Rp 3.000,-/orang, kamu bisa menikmati view laut dari atas puncak. Well, sebenernya saya lebih suka view laut saat sarapan tadi. Puncak Darma pun terasa ramai oleh para wisatawan, dan beberapa komunitas biker tampak sedang istirahat di sekitar Puncak Darma.

 

“Keindahan Puncak Darma”

 

Hari semakin terik dan kita siap melanjutkan perjalanan ke curug. Sebenernya ini destinasi utama kita mengunjungi Geopark Ciletuh sih, hahahaha. Curug pertama yang kita kunjungi yaitu Curug Dogdog. Saya agak terkejut melihat air curug berwarna cokelat. Kalo kata orang-orang yang pernah mengunjungi Geopark Ciletuh, hampir semua air curug di sini berwarna cokelat. Saya langsung berpikir, mungkin kalo berwarna biru akan lebih keren ya. But the view is amazing! Ada 1 pohon rimbun di sekitar curug dan bisa dijadikan spot foto instagramable kamu.

 

“Curug Dogdog dengan airnya yang berwarna cokelat”

 

Dilanjutkan dengan Curug Cimarinjung dengan debit airnya yang sangat deras. Kamu akan diminta biaya secara sukarela sebagai bentuk dari perawatan properti sekitar curug. Selain berfoto di sekitar curug, kamu juga bisa turun tangga untuk melihat Curug Cimarinjung lebih dekat. Terdapat bebatuan besar dan pepohonan yang sudah tua.

Selama di curug, bahkan di manapun, tetap hati-hati ya guys. Kalo ingin berfoto di medan yang licin seperti bebatuan di Curug Cimarinjung ini juga harus berhati-hati. Kalo engga nanti nasibnya seperti teman saya yang jatuh tergelincir dari atas batu, sampai kameranya pun juga ikut masuk ke dalam air.

 

“Curug Cimarinjung dengan view-nya yang sangat keren! Tapi harus tetep hati-hati ya guys…”

 

Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, dan saatnya kita beristirahat sembari mencari penginapan di sekitar Geopark Ciletuh. Dikarenakan long weekend jadinya kita ga menemukan kamar kosong. Alhasil kita hanya berfoto ala-ala skater saat sedang mencari penginapan. Maklum, view di sini bagus banget. Hahahaha.

Nah, destinasi selanjutnya ini yang jadi favorit saya selama berada di Geopark Ciletuh : Curug Sodong. Kamu gak perlu trekking untuk sampai ke curugnya, karena sudah terlihat Curug Sodong dengan megahnya, tepat di parkiran! Ada 2 curug di objek wisata ini. Sayangnya hujan mulai turun dan mau-gamau kita harus menepi di sekitar curug.

 

“Berfoto ala-ala skater, hahahaha”

 

“Curug Sodong yang persis di depan parkiran mobil/motor”

 

“Mengintip Curug Sodong”

 

Dari Curug Sodong, kita bisa trekking hanya 10 menit untuk menuju Curug Cikanteh. Terdapat bebatuan dan kamu harus tetap berhati-hati jika ingin berfoto disini. Curug ini sangat ramai dikunjungi oleh para millenials, mungkin karena trekking-nya gak ribet kali ya.

 

“Trekking menuju Curug Cikanteh”

 

“Curug Cikanteh yang sangat indah. Sayang pas kesini lagi rame banget…”

 

Hari sudah semakin sore dan kita belum juga menemukan penginapan. Kita mencoba mencari penginapan di sekitar Bukit Panenjoan… dan akhirnya ketemu! Dengan rate hanya Rp 200.000,-/kamar dan bisa ramean, akhirnya kita bisa beristirahat di tempat ini. Kamar dengan luas 3×3 m ini mampu menampung 4-5 orang, dengan fasilitas kipas angin dan kamar mandi dalam.

Persis di depan penginapan terdapat Bukit Panenjoan. Ternyata, ibu pemilik penginapan yang kita tempati berjualan bakso dan minuman. Sambil menikmati hidangan dari si ibu, kita juga menikmati senja dari atas Bukit Panenjoan. Sawah dan pepohonan dapat dilihat dari puncak bukit ini.

Kita pun beristirahat untuk bersiap-siap ke Puncak Manik esok hari…

 

[Baca juga : 5 Curug Dengan Akses Gampang Dan Harus Kamu Kunjungi]

 

Satu Kali Mengunjungi Geopark Ciletuh, Masih Kurang!

Niatnya mau sunrise di Bukit Panenjoan, tapi SEMUA RENCANA GAGAL! Hujan turun sangat deras dari jam 5 pagi, alhasil kita hanya di penginapan sambil menunggu hujan reda.

Sekitar jam 9 pagi hujan udah reda. Untuk hari terakhir di Geopark Ciletuh ini kita harus memilih antara 2 destinasi : Curug Awang atau Puncak Manik. Karena penasaran dengan Puncak Manik, akhirnya kita memilih tempat ini dan ternyata… perjalanannya luar biasa effort-nya!

Jalanan masih berbatu dan sangat sulit jika menggunakan mobil biasa. Karena perjalanan cukup jauh, akhirnya kita parkir mobil di rumah warga kemudian menggunakan truk untuk sampai di titik terdekat dengan Puncak Manik. Iya, naik truk. Kita memberhentikan truk yang lagi lewat dan menumpang di belakang truk. Untung truknya mau membawa kita yang heboh ini ya, hahahaha.

 

“Setelah naik truk, kita lanjutkan perjalanan menuju Puncak Manik”

 

“Hayo siapa yang gak mau trekking dengan view kayak gini?”

 

Truk memberhentikan kita di pertigaan rumah warga, kemudian kita melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Perjalanannya memang masih jauh untuk sampai Puncak Manik dan kita sudah mulai kelelahan. Beberapa ada yang memberhentikan pengguna motor yang sedang lewat agar bisa sampai lebih cepat. Sedangkan saya dan beberapa orang lainnya tetap berjalan kaki.

Puncak Manik sudah terlihat dari kejauhan, dan saya udah mulai kegirangan karena udah mau sampai. Di Puncak Manik ini sudah ada spot foto dengan view hutan dan curug, atau kamu bisa menerbangkan drone di tempat ini. Lalu gimana cara ke curugnya?

 

“Menuruni seribu anak tangga…”

 

“Puncak Manik keren! Sayang debit air lagi deres banget”

 

Ternyata, untuk sampai ke curugnya kamu harus melewati seribu anak tangga! β€œSeribu” ini cuma istilah kok, tapi memang untuk sampai ke curugnya kamu harus menuruni anak tangga yang banyak banget. Gempor deh ini kaki!

Sambil menuruni anak tangga, kita menikmati keindahan hutan di Puncak Manik bersamaan dengan suara air terjun yang semakin lama semakin keras. Baru sampai di tengah jalan kita beristirahat terlebih dahulu, beberapa ada yang tetap melanjutkan perjalanan. Sembari melakukan dokumentasi, ternyata teman-teman yang tadi habis melihat curug dari dekat pun bilang :

β€œMending jangan ke bawah. Anak tangganya ternyata masih banyak dan airnya cokelat pekat. Kalo udah sampai di bawah pun bingung mau ngapain, soalnya debit air lagi tinggi banget habis hujan dan air menyebar ke mana-mana, jadi ga bisa foto-foto”.

Pupus sudah niat mau turun ke bawah begitu mendengar kata-kata mereka. Hujan tadi pagi memang bikin debit air curug makin tinggi. Okeh, kalo gitu memang harus ke Geopark Ciletuh lagi suatu hari nanti!

Di Puncak Manik ini terdapat warung-warung yang menyediakan bakso, air kelapa, minuman dingin dan sebagainya. Karena udah pada kelelahan, kita menggunakan jasa ojek oleh warga sekitar dengan membayar Rp 10.000,-/orang untuk sampai ke parkiran mobil kita tadi.

Selanjutnya kita melanjutkan perjalanan kembali ke ibu kota…

 

[Baca juga : Pulau Putri Kepulauan Seribu, Resort Indah Dengan Beragam Fasilitas Di Jakarta]

***

Walaupun objek wisatanya cukup jauh, situs Geopark Ciletuh worth-it banget buat dikunjungi, apalagi sekarang jalanan kesananya udah lumayan bagus. Jadi, kapan kamu ke sini? πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *