Tanjung Pasir Pulau Moyo, Si Gersang Yang Memikat Hati Para Wisatawan

Gak nyangka di Pulau Moyo ada pantai sekeren ini!

***

Mendengar kata ‘Pulau Moyo’, mungkin yang ada di pikiran kamu langsung “Oh Air Terjun Mata Jitu?” atau “Tempat yang dulunya pernah dikunjungi Lady Diana kan?”. Well, gak salah juga sih kalo kedua informasi ini akurat, cuma sebenernya masih banyak objek wisata yang bisa kamu kunjungi di surga para traveler ini, salah satunya Tanjung Pasir.

Tanjung Pasir letaknya di ujung selatan Pulau Moyo. Pantai ini lebih terkenal sebagai kawasan diving karena terdapat banyak terumbu karang nan indah. Jika kamu melakukan perjalanan dari Pantai Brang Sedo menuju Tanjung Pasir, maka akan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

Hamparan pasir putih mulai terlihat dari kejauhan. Begitu kapal mulai menepi di pantai, yang saya lakukan pertama kali yaitu turun dari kapal dan pergi ke gubuk terdekat karena cuaca yang panas banget! Yaa beruntung sih karena ga ada awan sama sekali, tapi jam 9 pagi saja sudah sepanas ini.

“Selamat datang di Tanjung Pasir, Pulau Moyo”
“Saking panasnya, baru nyampe langsung ngadem lagi”
“Gersang nan memukau – dua kata yang tepat untuk mendeskripsikan Tanjung Pasir”

Pasir di Tanjung Pasir ini berwarna putih tetapi terasa kasar, karena banyak bebatuan dan pecahan koral yang bisa menusuk kaki, ditambah lagi banyak tanaman berduri yang kalo keinjek bisa sampe nangis darah. Lebay sih.

Selain itu, lanskap di pantai ini terlihat gersang dan banyak pepohonan yang tak berdaun. Mungkin karena lingkungan seperti ini dan cuaca yang sangat panas sampai dinamakan Tanjung Pasir. Untuk itu sangat disarankan memakai sendal selama di pantai ini.

Sekitar jam 11 siang kita mulai melakukan dokumentasi di Tanjung Pasir. Mulai dari foto menggunakan pelampung kasur, foto per individu, sampai foto berpasangan juga kita lakukan. Matahari yang semakin terik membuat pasir menjadi panas. Kita sampai kesakitan saat menginjak pasir yang tidak terkena air laut, ditambah lagi kedua kaki saya yang lecet akibat tidak memakai sendal selama di pantai ini.

“Sesi foto dengan pelampung. Shirt by @jalan_jalanterus
“Berpegangan biar gak ke mana-mana”

Puas dengan dokumentasi, saatnya snorkeling di sekitar pantai. Sebagian besar alam bawah laut di pinggiran pantai Tanjung Pasir ini merupakan pasir polos, dan jarak antara terumbu karang yang satu dengan lainnya agak berjauhan. Oh ya, terumbu karang berwarna ungu dan merah juga terlihat selama saya snorkeling. Saya juga sempat melihat clown fish (nemo) dan lion fish yang sedang bersembunyi di balik karang.

“Terumbu karang yang jaraknya berjauhan dengan yang lain”
“Perfect nemo dengan rumahnya!”
“Keindahan terumbu karang di Tanjung Pasir, impian para traveler”
“Ikan-ikan pun menyambut kita dengan gembira”

Kalau mau ke tempat terumbu karang yang lebih indah lagi sebenernya bisa tetapi jaraknya sudah lumayan jauh dari tepi pantai, sedangkan angin laut di siang hari sudah mulai kurang bersahabat. Selesai snorkeling kemudian kita bermain di sekitar pantai sambil berjemur layaknya turis mancanegara, kemudian jam 2 siang kita sudah meninggalkan Tanjung Pasir dan kembali ke Labuan Badas, pelabuhan yang menjadi saksi bisu kita menyeberang ke Pulau Moyo.

***

Penasaran dengan Pulau Moyo seperti apa? Yuk ke pulau indah ini bersama @pulau_moyo !

 

Baca juga artikel trip #ExploreSumbawa lainnya.

  1. Camping Bersama Ular Di Pulau Kenawa
  2. Pulau Paserang, Temannya Kenawa Yang Dilirik Raja Qatar
  3. Serunya Main Di Air Terjun Mata Jitu Pulau Moyo, Sampai Kita ‘Diganggu’ Loh!
  4. Filosofi Sopi : Minuman Tradisional Indonesia Timur Yang Berpotensi Mendunia

Comments

    1. Post
      Author
  1. Halim Santoso

    Dari dulu masih menyimpan rasa kagum dengan Pulau Moyo. Selain hits karena air terjunnya Lady Di, pulaunya beneran punya potensi alam yang wow banget nih. Tulisanmu tambah bagus, Her. Lanjutken. 😉

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *