Seru! Keliling Hutan dengan Gajah-gajah di Way Kambas Lampung

Satu gajah kurang, banyak gajah malah makin bagus!

***

Punya waktu libur panjang memang enak banget buat ngetrip. Seperti yang saya lakukan ini, saya menamakan jalan-jalan kali ini dengan Christmas Trip 2017, karena ya memang ngetrip-nya di hari Natal.

Lampung merupakan salah satu destinasi favorit para traveler Indonesia, terutama dari Jakarta. Selain jaraknya yang lumayan dekat dengan Jakarta, provinsi Lampung menyuguhkan berbagai wisata menarik yang gak kalah kerennya dari kota-kota lain di Indonesia. Eits, tapi jangan salah dulu loh, ternyata destinasi wisata dari satu tempat ke tempat lainnya berjarak cukup jauh!

 

[Baca juga : Pulau Putri Kepulauan Seribu, Resort Indah Dengan Beragam Fasilitas Di Jakarta]

 

Perjalanan Jakarta – Bandar Lampung

Bersama Doni dan Angga, kita melakukan perjalanan menggunakan bus damri dari Pool Damri di Stasiun Gambir dengan harga tiket Rp 160.000,- rute Jakarta – Bandar Lampung. Bus damri yang kita naiki cukup nyaman, disediakan snack wafer coklat dan aqua gelas. Sayangnya ga ada toilet di dalam bus walaupun bus berkelas bisnis AC. Saya orangnya kebelet cuy!

Perjalanan dimulai dari jam 10 pagi menuju Pelabuhan Merak, dilanjutkan dengan naik ferry jam 1 siang. Kapal ferry yang kita naiki berukuran besar, maklum lagi musim liburan aka. peak season. Kita duduk di lantai paling atas kapal, menikmati view alam sambil melakukan dokumentasi sekitar kapal. Bagi yang gak tahan dingin atau takut masuk angin, ada baiknya kamu duduk di dalam kapal saja ya. πŸ™‚

“Perjalanan menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung”
“Tiket bus damri Jakarta – Bandar Lampung”

Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke Pelabuhan Bakauheni, kemudian kita melanjutkan perjalanan ke kota Bandar Lampung. Bus juga sempat berhenti di rumah makan padang di daerah Kalianda; yang rasa makanannya so-so lah. Berhubung udah laper banget, makanannya pun jadi terasa enak. Hahahaha.

Kita sampai di kota Bandar Lampung sekitar jam 7 malam dan menginap di Wisma Delima; yang ternyata wisma ini tepat berada di tengah kota dan dekat ke mana-mana. Sembari beristirahat, kita mempersiapkan diri untuk esoknya ke Taman Nasional Way Kambas…

 

Mengunjungi Taman Nasional Way Kambas

Selain Doni dan Angga, ada juga Handri dan Bayu yang bakalan ikut ke Way Kambas. Handri menyarankan untuk sewa mobil agar perjalanan ke Way Kambas lebih aman dan menyenangkan. Maklum, konon di daerah Lampung rawan begal jadinya paling aman memang naik mobil.

Setelah mencari-cari informasi sewa mobil di Lampung dari Mbah Google, akhirnya kita mendapatkan sewa mobil Innova untuk 24 jam seharga Rp 550.000,-. Kalau kamu ingin sewa mobil di Lampung, kamu bisa kontak Pak Sofyan di +6282186924900, atau baca selengkapnya DI SINI.

Kita memulai perjalanan menuju Way Kambas jam 8 pagi, dan memakan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan. Sesampainya di gerbang Taman Nasional Way Kambas, kita harus membeli tiket masuk seharga Rp 10.000,-/orang dan biaya asuransi Rp 2.000,-/orang. Untuk mobil akan dikenakan biaya masuk Rp 7.000,-.

Dari gerbang Taman Nasional Way Kambas menuju spot gajah cukup jauh, memakan waktu sekitar 10-15 menit. Begitu sampai di spot gajah, tampak tempat wisata ini sangat ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Wah, gimana mau foto sama gajah kalo serame ini nih?

“Gajah wisata yang sedang mengangkut wisatawan”
“Menunggu antrian naik gajah. Duh, ramai!”
“Melihat gajah sedang beratraksi”

Ada 3 jenis gajah di Way Kambas, yaitu gajah liar yang nantinya akan dilatih oleh pengelola, gajah atraksi untuk show di Way Kambas pada jam-jam tertentu, dan gajah wisata untuk mengangkut para wisatawan yang ingin keliling hutan bersama gajah dan ranger-nya. Untuk naik gajah akan dikenakan Rp 150.000,-/orang, dan kamu bisa memilih setengah jam atau 1 jam keliling hutan bersama gajah.

Hari sudah semakin terik, dan Way Kambas semakin ramai. Akhirnya Handri memutuskan untuk bernegosiasi dengan koordinator agar bisa berfoto dengan gajah. Pak Suhadak, sang koordinator gajah di Way Kambas, mengizinkan kita untuk berfoto dengan gajah-gajah atraksi yang ada di belakang arena panggung. Kamu bisa kontak Pak Suhadak di +6282380303423 atau e-mail di sini untuk bernegosiasi.

Gajah-gajah atraksi yang kita sewa untuk berfoto sebenarnya berbeda dengan gajah wisata; badannya lebih kecil ketimbang gajah wisata yang keliatan lebih tua. Kita diajak berkeliling hutan di dekat arena panggung. Di tengah hutan, kita berhenti untuk melakukan dokumentasi dengan gajah. Kita pun harus sabar dan berhati-hati selama mengambil foto, yang ternyata banyak pacet di rerumputan!

“Jalan-jalan bersama gajah menuju hutan”
“Gajah bersama ranger-nya”
“Gajah-gajah menggemaskan yang fotogenik. Duh, lucu banget!”
“Boleh bawa satu gajah gak?”
“Gajah menunjukkan bakatnya sebagai gajah atraksi. Keren!”

Sebenarnya kita sangat beruntung bisa mendapatkan gajah-gajah ini. Gajah atraksi lebih penurut daripada gajah wisata. Konon ada kutu akibat badan gajah sering terkena sinar matahari, sehingga saat saya naik gajah itu kaki saya terasa gatal-gatal. Kalau gajah wisata pasti badannya sudah ditutupi dengan kain. But overall, naik gajah itu sangat menyenangkan loh! Saya suka gemas sama belalainya saat mencabut rumput untuk dimakan.

Puas berfoto dengan gajah, kita kembali ke belakang arena panggung karena gajah-gajah yang kita sewa ini akan show di arena. Kita memberikan tip ke Pak Suhadak karena udah dikasih izin berfoto dengan gajah-gajah yang lucu ini.

 

[Baca juga : Novotel Bogor Golf Resort, Hotel Bertema Alam Dengan View Artistik]

***

Akhirnya! Saya udah gak penasaran lagi naik gajah rasanya kayak gimana. Yuk ke Taman Nasional Way Kambas dan nikmati bermain dengan gajah-gajah disini!

Comments

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  1. Bara Anggara

    aiiih seru bgt ke way kambas.. istri gue org Lampung tapi blm pernah ke way kambas wkwk..
    Oke lah kalau mudik ke lampung, sekalian melipir ke way kambas..

    -Traveler Paruh Waktu

    1. Post
      Author
  2. agus kurnia

    coba ke chiang mai thailand bro, disana kita mengendalikan jalannya gajah sendiri. gajahnya gede gede, duduk diatas leher/punggung gajah tanpa didampingi pawang (mirip tarzan) dan ngasih perintahnya hanya pakai aba aba teriakan, lebih manusiawi karena tanpa menggunakan ganco. seru pokoknya, naik turun bukit berombongan dengan gajah gajah lainnya, sekalian mandiin sigajah dikubangan air.

    1. Post
      Author
  3. Arif Se

    wah baru nemu nih karena rencana mau berkunjung ke sana. Ingat Lampung ya ingat way kambas, kayaknya udah mindset dari jaman SD. hehe.. anu, mas, show atraksinya itu ada jadwalnya gak jam berapa aja? Trus dengar-dengar ada atraksi memandikan dan memberi makan gajah-gajahnya, itu ada jadwalnya juga gak jamber? hehe.. kalo ada kan jadi mudah menyesuaikan waktu kunjungannya. Untuk naik gajah kayaknya buat kami kemahalan, gpp deh kapan-kapan aja. Makasih mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *