Pulau Paserang, Temannya Kenawa Yang Dilirik Raja Qatar

Kalau kamu ke Pulau Kenawa, sempatkan juga dirimu menikmati keindahan di Pulau Paserang Sumbawa Barat! (Sponsor oleh Broodis)

***

Pulau Paserang merupakan salah satu objek wisata bahari di Sumbawa Barat. Arti Paserang sendiri adalah Pasaran. Dulunya, pulau ini dijadikan tempat para nelayan menjual ikan hasil tangkapan mereka. Nelayan-nelayan ini berasal dari Desa Poto Tano dan Pulau Lombok. Sedangkan sekarang Pulau Paserang akan dijadikan resort karena keindahan pantainya dan terdapat bukit berwarna kecoklatan nan cantik.

Ada juga pulau lain yang cukup terkenal di Sumbawa Barat. Disebut Gugusan Gili Balu karena terdapat 8 pulau yang dijadikan objek wisata di Sumbawa Barat. Selain Pulau Kenawa dan Pulau Paserang, ada juga Pulau Kambing atau Pulau Bedis yang dulunya tempat menggembalakan kambing oleh penduduk Desa Poto Tano, Pulau Mandiki yang hampir seluruh pulaunya berupa batu, Pulau Belang yang merupakan pulau terluas di Gugusan Gili Balu, Pulau Ular yang banyak ular lautnya, Pulau Namo yang banyak nyamuk, dan Pulau Kalong yang dulunya ada banyak kelelawar. Gugusan Gili Balu ini juga dilirik oleh Kerajaan Qatar sehingga disulap menjadi lebih modern, sebagai tempat untuk menanam investasi.

“Gugusan Gili Balu. Lihat di Google Maps
[Baca juga : Camping Bersama Ular Di Pulau Kenawa]

 

Berhubung kita budget traveler, kita explore Pulau Paserang aja ya. Sewa perahu penyeberangan Poto Tano-Kenawa-Paserang yaitu Rp 500.000,-.

Dimulai perjalanan dari Pulau Kenawa, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit menuju Pulau Paserang. Sebenernya angin lagi gak santai dan perahu Pak Jahar melawan arah angin. Untung perahu Pak Jahar bisa melewati ombak-ombak ganas. Mungkin yang suka mabuk laut bakalan gak tahan sama guncangan ombaknya ya.

Begitu sampai pulau, kita langsung menuju bukit Pulau Paserang karena penasaran banget sama view dari atas pulau ini. Manalagi kalo diliat dari kejauhan bukitnya cantik loh! Trekking sampai puncak bukit Pulau Paserang tidak sesulit di Pulau Kenawa. Jalanan berupa semen sudah dibuat oleh penduduk lokal agar para wisatawan lebih gampang naik ke puncaknya.

Well, bukit di Pulau Paserang memang lebih tinggi daripada di Pulau Kenawa. Yang membedakannya lagi, ilalang berwarna kecoklatan lebih panjang di Pulau Paserang, sedangkan di Pulau Kenawa hanya berupa rumput kecoklatan yang mengumpul seperti gulma. Kita juga melihat ulat bulu di Pulau Paserang. Waduh, kalo gak hati-hati bisa gatal-gatal nih!

“Daratan Pulau Paserang mulai tampak dari kejauhan”
“Bersama Aghi, Ribka, dan Ardi, kita trekking menuju puncak bukit”
“Hembusan angin saat trekking membuat efek foto menjadi lebih hidup”
“Menikmati keindahan Pulau Paserang dari puncak bukit”
“Resort di Pulau Paserang yang masih dibangun”

Sambil menuju puncak gemilang cahaya (lagu kali), saya sempat berpikir kira-kira ada binatang apa ya yang ada di puncak bukit sana. Singa? Harimau? Atau binatang lain ya? Hmm, jujur aja saya agak parno karena bukitnya berbentuk seperti savanna dan benar-benar kita berempat aja yang naik bukit. Ditambah lagi ilalangnya tinggi-tinggi. Dari awal kita turun kapal sampai trekking ke puncaknya aja saya ga melihat adanya tanda-tanda penduduk. Ah, mungkin perasaan abang sajaโ€ฆ

Pulau Paserang juga terdapat resort bernama Black Bamboo Resort. Sampai saat ini resort tersebut masih dalam tahap pembangunan, sama saja seperti rumah botol yang ada di Pulau Kenawa. Terdapat main office yang ternyata ada beberapa orang di dalamnya, dan kita diminta untuk mengisi buku tamu. Saya langsung mikir, setelah 2 tahun ke depan kayaknya bakalan balik lagi ke Pulau Kenawa dan Pulau Paserang yang bakalan berkembang pesat menjadi objek wisata andalan di Sumbawa. Masih tahap pembangunan aja udah bagus, apalagi kalo pembangunannya udah selesai, kan?

Selama berada di puncak bukit Pulau Paserang, saya menggunakan kemeja dari Broodis. Kualitas pakaiannya bagus loh, cocok banget buat kamu yang suka traveling ke alam. Yuk lihat katalognya di Broodis atau akun Instagram @broodis !

“Kemeja flannel dari @broodis
[Baca juga : 10 Properti Yang Bisa Kamu Pakai Untuk Berfoto Selama Traveling]

 

Puas menjelajahi daratan Pulau Paserang, saatnya snorkeling di sekitar pulau! Salah satu yang menarik perhatian saya yaitu pasir pantainya yang putih nan lembut. Rerumputan liar di pesisir pantai pulau ini membuat Pulau Paserang terasa masih sangat alami. Pemandangan bawah lautnya juga bagus, banyak ikan berkeliaran saat saya snorkeling, terutama ikan badut atau nemo beserta rumah anemone-nya. Yang bikin saya geli itu saat melihat nemo yang melindungi rumahnya dan sepertinya marah ngeliat kita, kayak mau ngajak berantem. Yaa mungkin bukan marah, cuma kaget aja rumah mereka diliatin.

Sayangnya, angin kencang membuat kita sedikit kesulitan snorkeling. Saya hampir terbawa arus sampai ke tengah laut. Untung saja Pak Jahar paham cuaca di musim seperti saat ini, beliau langsung mendekati saya dengan perahunya saat saya hampir terbawa arus. Coba kalo saya terbawa arus, mungkin saya gak bakalan nulis artikel ini. Hahahaha.

“Keindahan pantai di Pulau Paserang”

Jam 1 siang kita sudah meninggalkan Pulau Paserang. Agak sedih karena masih belum puas berada di Pulau Kenawa dan Pulau Paserang ini, tapi ya kita udah harus pergi ke destinasi selanjutnya. Sesampainya di rumah Pak Jahar, kita langsung bersih-bersih sambil membereskan ransel untuk perjalanan selanjutnya.

Saat saya beres-beres, ternyata buku edukasi yang saya bawa sedang dibaca oleh cucunya Pak Jahar. Umurnya baru 4 tahun, tapi ia sangat antusias membaca buku sambil melihat gambar-gambar di dalamnya. Tanpa pikir panjang, saya langsung memberi beberapa buku agar bisa dibaca saat saya udah meninggalkan rumah Pak Jahar. Bersyukur kita ada program baksos selama ngetrip ini. Kalau ngetrip lagi, saya bakalan bawa buku-buku edukasi lagi agar bisa dibagikan ke anak-anak sekitar. ๐Ÿ™‚

Cek vlog kita jalan-jalan ke Pulau Kenawa dan Pulau Paserang di bawah ini!

 

Nah, destinasi selanjutnya bakalan menarik banget. Kita bakalan jelajah Pulau Moyo selama 2 hari 1 malam. Awalnya kita mau berangkat langsung naik bus malam, cuma Pak Jahar menyarankan untuk ambil bus pagi hari aja karena lebih aman. Okelah kita akan berangkat besok jam 5 pagi, stay di rumah Pak Jahar 1 malam lagi.

***

Baca juga artikel trip #ExploreSumbawa lainnya.

  1. Camping Bersama Ular Di Pulau Kenawa
  2. Serunya Main Di Air Terjun Mata Jitu Pulau Moyo, Sampai Kita โ€˜Digangguโ€™ Loh!
  3. Filosofi Sopi : Minuman Tradisional Indonesia Timur Yang Berpotensi Mendunia
  4. Tanjung Pasir Pulau Moyo, Si Gersang Yang Memikat Hati Para Wisatawan

Comments

    1. Post
      Author
  1. Bara Anggara

    Pulau-pulaunya punya keunikan sendiri-sendiri yah.. Paling lucu pulau kambing itu yg namanya berasal dari tempat menggembala kambing.. ๐Ÿ˜€

    Wah beruntung bisa kesana dg budget murah. Entar kalau resortnya udah jadi jangan2 bakal susah kesana..

    -Traveler Paruh Waktu

    1. Post
      Author
      Heri Andiyani

      Kalo resort-nya udah jadi memang ada kemungkinan bakalan susah ke Pulau Paserang lagi.
      Tapi kalo menurut saya pulau ini mungkin gak bakalan ditutup buat private island aja, karena potensi objek wisatanya sangat besar dan paling dekat dengan Pulau Kenawa. ๐Ÿ˜€

  2. ubay

    Aduuuh jadi kabita ini pengen jalan2 ke sana juga. Bukit-bukit dan ilalangnya cetar banget hehehe
    Pantainya putih dan gradiasi biru dari warna lautnya mantap

    1. Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *