Misteri Pulau Satonda : Dari Danau Air Asin Hingga Batu Yang Bergelantungan

Walaupun penuh dengan misteri, pulau ini memiliki keindahan tersendiri dan harus banget kamu kunjungi!

Semakin ke timurnya Indonesia, objek-objek wisata akan semakin asri dan jauh dari jangkauan wisatawan. Nah, kamu pernah mendengar Pulau Satonda? Pulau ini terletak di Dompu, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Letaknya persis di sebelah utara Gunung Tambora.

Pulau Satonda merupakan pulau yang terbentuk oleh letusan gunung api dari dasar laut jutaan tahun yang lalu. Pulau ini telah dijadikan Taman Nasional bersamaan dengan Pulau Moyo dan Gunung Tambora, dengan akronim SAMOTA atau Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Tambora. Tujuannya agar memajukan kawasan tersebut sebagai poros ekonomi maritim di Sumbawa.

“Pulau Satonda berada di utara Gunung Tambora”
[Baca juga : Pelesir Flores – Sail Your Dream, Part 2]

 

Konon Pulau Satonda merupakan pulau terkutuk dan melarang siapapun untuk singgah di pulau ini, karena dulunya merupakan tempat pengasingan Putri Dae Minga yang diperebutkan oleh para kerajaan. Semakin lama, mitos ini semakin hilang akibat perubahan zaman.

Untuk menuju Pulau Satonda sebenarnya cukup sulit. Belum ada kapal yang khusus ke pulau ini, kecuali kalau kamu menyewa kapal langsung ke Pulau Satonda dengan harga sekitar Rp 300.000-500.000,- dari Dompu atau Desa Nangamiro. Untuk sewa perahu bisa dikenakan tarif sekitar Rp 25.000,-/orang.

Cara terbaik untuk menuju Pulau Satonda yaitu dengan mengikuti sailing trip dari Lombok menuju Labuan Bajo, atau sebaliknya. Dengan begitu, kamu juga bisa mengunjungi Taman Nasional Komodo dan pulau-pulau lainnya!

Lalu, ada apa saja di Pulau Satonda?

Saat berkunjung ke Pulau Satonda, kamu diharuskan untuk membeli tiket masuk seharga Rp 20.000,-. Objek wisata pertama yang bisa kamu kunjungi yaitu mengelilingi Danau Satonda. Kamu akan melihat pohon dengan batu-batu bergelantungan. Penduduk pulau menamakan pohon tersebut sebagai Pohon Harapan atau Pohon Kalibuda yang konon dipercaya dapat mengabulkan permintaan dengan mengambil benda-benda di sekitar pohon dan digantungkan, kemudian memanjatkan doa kepada leluhur. Tidak hanya batu, ada juga benda-benda lain seperti sepatu dan bungkus rokok.

“Selamat datang di Pulau Satonda, Dompu”
“Danau Satonda, dengan air berwarna kehijauan”
“Batu-batu yang bergelantungan di pohon” [source]

Danau Satonda sendiri memiliki air asin yang sampai sekarang masih menjadi misteri. Beberapa peneliti sering mengunjungi Pulau Satonda untuk mengambil sampel air asin di danaunya. Ada kemungkinan kenapa air di Danau Satonda asin : dari air laut yang bercampur dengan air tawar danau, atau akibat letusan Gunung Tambora pada tahun 1815 yang mengakibatkan tsunami menyapu daratan pada saat itu. Konon masih terdapat ikan-ikan purba di danau ini, sehingga membuat saya takut untuk berenang di sini.

Bagaimana dengan pantai sekitar Pulau Satonda?

Pantai di pulau ini terbilang sangat indah. Karena masih jarang wisatawan mengunjungi pulau ini sehingga pesisir pantai masih alami dan asri, dengan hamparan pasir putih yang bersih dan mempesona. Saya juga menemukan kelomang laut di pesisir pantai; jarang-jarang menemukan hewan ini karena hanya hidup di pantai yang tidak banyak penduduk.

“Pesisir pantai di Pulau Satonda”
“Lingkungan Pulau Satonda yang asri. Cocok buat kamu yang menyukai wisata alam”
[Baca juga : Melihat Kawasan Konservasi Terumbu Karang di Labuan Bajo]

 

Snorkeling di dekat pantai Pulau Satonda juga sangat disarankan. Pesona terumbu karang berwarna-warni serta biota laut yang sangat banyak di perairan Pulau Satonda, membuat para wisatawan bersemangat melakukan snorkeling di pulau ini. Ternyata, Pulau Satonda merupakan kawasan konservasi terumbu karang serta Taman Wisata Alam Laut (TWAL), yang telah ditetapkan pada tahun 1999 oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan.

“Cuaca cerah menyambut kita saat di Pulau Satonda”
“Keindahan laut Pulau Satonda yang sayang kalau dilewatkan”
“Terumbu karang serta biota laut yang sangat indah!”

Walaupun letaknya jauh, Pulau Satonda patut dijadikan tempat berwisata para penyuka pantai. Jadi, kapan kamu ke sini? 🙂

Comments

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
    1. Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *