Pelesir Flores : Sail Your Dream, Part 2

Walau kita semua udah ngantuk, kita tetep cerita-cerita dengan kapten dan awak kapal. Sambil melihat bintang-bintang nan indah di langit dekat Pulau Komodo, kali ini diiringi dengan lagu berbahasa Flores…

Suasana begitu tenang, hanya terdengar lagu-lagu dari handphone yang diputar oleh awak kapal. Kapten pun bercerita untuk menjadi seorang kapten tidaklah gampang. Ia harus menjadi awak kapal selama bertahun-tahun, berkeliling lautan Flores dengan berbagai kondisi. Ia bersyukur kali ini hanya membawa 5 orang wisatawan. Jumlah yang biasa ia bawa antara 20 sampai 30 orang, sering kesulitan saat mengatur makanan para wisatawan.

 

Day 3 – Terima Kasih, Flores!

Pagi hari. Pagi terbaik dalam hidup gua. Jam 6 pagi kita dibangunin kapten untuk bersiap-siap ke Pink Beach. Muka masih ngantuk tapi udah disuruh ke pantai, gimana gua gak langsung semangat?!

Perjalanan hanya sekitar 15 menit dari Pulau Komodo, dilanjutkan kapal kecil karena kapal besar tidak boleh menepi sekitar Pink Beach. Dinamakan ‘pink’ karena terlihat berwarna pink dari kejauhan. Beberapa orang juga bilang kalo ini lebih ke Red Beach, terbentuk dari koral merah yang menepi di pantai.

“Pink Beach, Flores”
“Keindahan Pink Beach”

Well, sebenernya warna ‘pink’ di pantai ini udah semakin memudar. Banyak wisatawan yang menjadikan koral merah tersebut sebagai cinderamata. Kalo setiap satu orang mengambil koral merah, gimana kalo setiap wisatawan yang ke Pink Beach mengambil koral merahnya? Karena itu, jangan ambil koral merah di Pink Beach ya guys.

Puas dengan Pink Beach, gua snorkeling sekalian menuju kapal. Kali ini kita akan menuju Manta Point untuk kedua kalinya. Konon katanya banyak manta ray di pagi hari. Karena 2 hari yang lalu udah ke spot ini, jadinya gua ga terlalu excited… tapi tetep penasaran sih manta ray-nya sebanyak apa. Hahahaha.

Kali ini ada Kapten yang semangat banget nemenin Aghi buat ngedeketin manta ray. Sampe dia bilang, “Mana ada kapten yang sebaik saya mau nemenin snorkeling buat nyari manta?!”. Alhasil beneran Aghi deket banget sama manta ray yang lagi naik ke atas! Gua yang masih ribet sama persiapan snorkeling hanya ikut nganga.

“Manta ray yang jaraknya sulit dijangkau”

Entah kenapa manta ray kali ini susah ditemuin. Jumlah wisatawan saat pagi hari di Manta Point lebih banyak daripada di siang hari, sehingga membuat hewan ini ketakutan.

Dan kita menuju objek wisata terakhir di Flores, yaitu Gili Lawa. Pulau ini letaknya memang sangat jauh dari Labuan Bajo. Sampai di Gili Lawa sekitar jam 11 siang, bakalan bikin hangus ini mah.

Trekking menuju puncak Gili Lawa sekitar 20 menit tetapi dengan medan yang lebih curam daripada Pulau Padar. Oh ya, sulitnya trekking di Flores ini karena cahaya matahari yang sangat terik sehingga dehidrasi bakalan lebih cepet. Untuk itu disarankan membawa banyak air putih selama trekking ke puncak.

“Gili Lawa”
“The gang!”

Selesai dari Gili Lawa, ada polisi laut yang sedang berpatroli sekitar tempat wisata. Mereka sedang merazia setiap kapal apakah mempunyai tiket masuk kawasan wisata Taman Nasional Komodo atau tidak… dan sialnya kita kena razia! Tiket yang kita punya sudah lewat dari hari itu, berakibat kita harus membayar uang tiket tersebut. Awalnya polisi meminta kita Rp 250.000,-; lagi-lagi dengan kehebatan negosiasi Aghi dan Ribka kita hanya membayar Rp 150.000,-.

“Berfoto bersama polisi laut”

Sedih. Jujur aja sedih. Ini hari terakhir kita di Flores dan malam ini langsung menuju Sumbawa. Sambil menikmati sunset di kapal, sekumpulan lumba-lumba menyapa kita seakan-akan mengatakan “terima kasih sudah mengunjungi Flores! Sampai bertemu lagi!”. Dramatis banget yak.

 

Day 4 – Halo Sumbawa!

Jam 04.30 pagi tiba-tiba gua kebangun. Badan terasa berat akibat kapal yang berlayar cepat dengan ombak laut yang bergoyang-goyang, menyebabkan gua agak mual. Di satu sisi, pagi itu pagi yang sangat indah. Gua melihat sunrise berwarna merah keunguan. Mungkin gua udah sampe di Sumbawa.

“Sunrise di tengah perjalanan menuju Sumbawa”

Perjalanan ke Sumbawa lumayan lama sekitar 12 jam. Pulau pertama yang kita kunjungi di Sumbawa yaitu Pulau Satonda. Terdapat danau yang cantik dan menurut legenda terdapat ikan purba di dalamnya. Entah apa maksud ikan purba tersebut, apakah menakutkan atau pemakan daging sampai sekarang gua juga kurang paham.

Selama di Pulau Satonda, kita harus membayar Rp 20.000,- sebagai tiket masuk. Pulau ini merupakan kawasan konservasi terumbu karang di Sumbawa, jadi wajar kalo harus membayar. Satu hal yang harus dilakuin disini : SNORKELING!! Seumur hidup selama gua snorkeling, baru kali ini ngeliat terumbu karang yang bagus-bagus banget, mostly berwarna-warni hanya dengan snorkeling!

“Indahnya Pulau Satonda – Berfoto bersama kapten”
“Selamat datang di Pulau Satonda”
“Danau di Pulau Satonda”
“Santai di tengah laut”
“Snorkeling di Pulau Satonda”

Sebagai penutup sailing trip ini, kita akan ke Pulau Moyo untuk mandi dan cuci pakaian. Empat hari di kapal dan hanya mandi dengan air laut itu rasanya gaenak bro. Kita akan menuju Air Terjun Lady Diana yang katanya terkenal banget. Letaknya di tengah hutan dan hanya 15 menit dengan trekking.

Ini merupakan air terjun terbaik selama hidup gua. Batunya ga licin karena batu kapur. Dan ada jacuzzi yang terbentuk alami dari pecahan batu kapur akibat tekanan air terjun. Airnya juga aman buat diminum karena bener-bener berasal dari sumber mata air.

“Akhirnya mandi air tawar juga!”
“Jacuzzi di Pulau Moyo”
“Ada pohon kokoh yang bisa dijadikan ayunan”

Selesai dari Pulau Moyo, kita langsung menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Lama perjalanan sekitar 8 jam, dan kita sampai di pelabuhan sekitar jam 12 malam. Terima kasih, kapten dan awak kapal!

Simak cuplikan pelesir Flores di bawah ini!

 

Nah, itulah cerita perjalanan gua selama di Flores. Kalau ada pertanyaan seputar perjalanan ini, bisa beri komentar pada kolom di bawah ini ya. 🙂

 

Baca juga beberapa artikel tentang Flores :

Comments

  1. Rifan albar

    Ahh polisi nya juga genit kayk ny?? flores tuh sungguh surga nya indonesia .. apa hrs selama 4 hr untuk bisa menikmati destinasi wisata nya? Hrs cuti lama dong!

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  2. Pingback: Misteri Pulau Satonda : Dari Danau Air Asin Hingga Batu Yang Bergelantungan - Heriand.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *