5 Hal Yang Harus Kamu Lakukan Agar Foto Underwater Kamu Lebih Kece!

Kalo lagi ga beruntung dan dapet yang kurang memuaskan rasanya pengen balik lagi ke lautnya. Belum lagi kalo dapetnya foto blur, kayanya pengen nangis. Nah, ini dia tips dan trik biar foto underwater kamu jadi semakin bagus.

Summer has come! Walau di Indonesia cuma ada musim hujan dan musim kemarau, tapi para penyuka pantai pasti nungguin momen ini. Musim panas yang dalam artian cuaca terik dan ga turun hujan kalo di Indonesia. Beberapa orang juga rela kulitnya terbakar sinar matahari biar makin keliatan kalo dia habis main di pantai. Begitu juga dengan laut, kalo liat laut rasanya pengen nyemplung aja sampe ke dasar-dasarnya. Ya ga sampe dasarnya juga sih.

Saat kamu pengen mengabadikan momen-momen di dalam air pasti banyak banget hambatannya. Yang paling banyak hambatannya itu ya antara foto blur di dalam air atau gaya kamu yang kurang enak dilihat, sehingga kamu harus mencoba beberapa kali agar fotomu terlihat lebih sempurna. Hal ini memang wajar, berfoto di bawah air butuh effort gede dan ngabisin banyak tenaga dibandingkan berfoto di darat.

“Berenang bersama manta ray”

Beberapa hambatan lain seperti orangnya ga bisa berenang atau memang parno-an. Sebenarnya ini lebih ke masalah pribadi, cuma begitu nyemplung di air eh malah takut tenggelam. Jadinya ga bisa difoto deh, padahal udah traveling jauh-jauh.

Nah, kali ini saya akan memberikan tips agar kamu bisa berfoto di dalam air dan foto underwater kamu lebih kece.

 

1. Latihan Berenang

Ini yang kudu harus wajib banget dilakuin sebelum kamu berwisata ke laut. Kamu harus mengencangkan otot kaki, paha, dan perut kamu sebelum snorkeling atau diving. Otot-otot ini berguna banget saat kamu berada di dalam air. Itulah kenapa orang-orang yang suka snorkeling atau seorang diver badannya kurus-kurus, hahahaha.

“Keindahan terumbu karang”

Latihan berenang disini dalam artian kamu diharuskan untuk belajar menyelam. Gaya renang yang harus kamu latih yaitu gaya dada / gaya katak. Gaya renang ini bisa meningkatkan kapasitas udara di dalam paru-paru kamu, sehingga kamu bisa bertahan lebih lama di dalam air. Kamu juga dianjurkan untuk berenang sampai ke dasar kolamnya agar kamu terbiasa menyelam di laut lepas. Bayangkan jika terumbu karang yang bagus ada di dasar laut yang agak dalam.

Selain itu, kamu juga bisa tes seberapa lama kamu di dalam air dengan cara memasukkan seluruh badan kamu di dalam air, kemudian hitung berapa detik menggunakan stopwatch. Gampang bukan?

 

2. Banyak Melihat Hewan Laut

Walaupun terdengar sepele, tapi ini berfaedah banget loh guys. Banyak orang yang takut dengan hewan laut gara-gara kebanyakan nonton film. Padahal sebenarnya hewan laut itu lucu-lucu loh seperti penulisnya. *eh*

Menurut survei yang ada di internet, 7 dari 10 orang ga nyemplung ke laut karena takut diterkam hiu. Beberapa orang juga mengatakan takut tenggelam, takut terbawa arus, serta takut hewan laut lainnya seperti penyu, manta ray, ular laut, bintang laut, ubur-ubur, dan masih banyak lagi.

“Berenang bersama penyu di Gili Meno”

Faktanya, hiu itu pasti ada saat kita snorkeling tetapi mereka takut akan kehadiran manusia dan kapal. Hal ini sebenarnya hanya mindset seseorang saja, di mana ia masih kurang informasi tentang hewan laut. Untuk itu, kamu harus banyak mengumpulkan informasi dan mencari tahu tentang keberadaan hewan laut agar ke-parno-an dan kepanikan kamu bisa berkurang. But overall, laut itu bersahabat kalo dari dalam diri kamu menyenangkan. 🙂

[Baca juga : Melihat Kawasan Konservasi Terumbu Karang di Labuan Bajo]

 

3. Coba Lepas Life Jacket

Agar foto underwater kamu terlihat lebih kece, coba lepas life jacket yang sedang kamu pakai. Tapi dengan dua syarat : stamina kamu masih banyak dan kamu bisa berenang. Fungsi life jacket sendiri tentu saja sebagai penyelamat nyawa kamu saat berada di tengah laut agar kamu mengapung. Kalo saya udah kecapean juga pasti menggunakan life jacket. Ingat, keselamatan diri kamu lebih berharga daripada hanya sekedar foto.

“Friendship moment”

 

4. Pakai Mode Burst Atau Continuous

Khusus pengguna GoPro, gunakan mode burst (satu kali jepret langsung 30 foto) atau mode continuous (jepret setiap detik tergantung setting). Saya sendiri lebih menyukai mode continuous dengan durasi setiap 0,5 detik saat berada di dalam air. Mode ini sangat berguna agar mengurangi blur dengan mengambil foto setiap kamu bergerak. Ini juga dapat menghemat stamina kamu selama di dalam air.

“Terumbu karang di Lombok”

 

5. Gunakan Aplikasi Photo Editing

Terakhir, agar hasil jepretan kamu lebih optimal maka harus menggunakan aplikasi photo editing. Pada dasarnya, kamera underwater hanya digunakan untuk berfoto di dalam air tetapi tidak untuk kualitas fotonya sendiri.

Beberapa aplikasi yang biasa saya gunakan yaitu :

  • PhotoShop – Untuk melakukan water correction.
  • Lightroom – Untuk memberikan kesan cerah dan ceria.
  • Snapseed – Untuk mempertajam foto dan mengurangi noise.
“Keindahan underwater Labuan Bajo”
[Baca juga : Tutorial Photo Editing (Ep.1) – Gunakan Lightroom For Phone]

 

Gimana? Udah siap nyemplung di laut lepas?

Comments

  1. Pingback: 10 Properti Yang Bisa Kamu Pakai Untuk Berfoto Selama Traveling. Nomor 2 Murah Banget! - Heriand.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *