Mlaku-Mlaku Nang Tulungagung : Explore Pantai Ikonik Di Tulungagung

Menjelajahi Pulau Jawa ga akan ada henti-hentinya! Pasti ada aja tempat wisata baru, dan kali ini gua berkesempatan explore Tulungagung, Jawa Timur.

Siapa sih yang gak tau Tulungagung? Gue. Hahahahahaha. Jujur aja, kalo gak ada yang namanya Instagram, gua gak tau Tulungagung itu seperti apa.

Dua hal yang bikin gua harus banget explore Tulungagung : Kedung Tumpang dan Pantai Lumbung. Kalo menurut gua, 2 tempat wisata ini ikonik banget. Kedung Tumpang dengan kolam alami yang banyak, dan Pantai Lumbung dengan batu besar yang khas. Saat itu juga gua langsung memutuskan, “Okeh, gua harus kesini.”

Setelah proses planning dan pencarian bakat (nyari travelmate, red.) yang cukup sulit, akhirnya gua memutuskan untuk explore Tulungagung selama 3 hari dengan Mas Riyan (@mr.riyan_) dan Rama (@a_rama91). Gua sempet kesulitan bikin planning karena katanya jarak antara satu tempat wisata ke tempat yang lain itu jauh. Rama pun nyaranin kalo gua harus download aplikasi Tulungagung Tourism, dan memang MEMBANTU BANGET!

Dari segi tampilan, aplikasi ini sangat informatif. Mulai dari tempat wisata, hotel, kuliner, sampe tempat souvenir pun ada! Karena gua harus bikin planning wisata, jadi gua tau mana spot wisata alam maupun buatan. Di aplikasi ini akan diberi destination map dan deskripsi objek wisatanya, jadi kita bisa ngira-ngira tempatnya seperti apa.

Selanjutnya gua akan membahas barang-barang bawaan gua. Kali ini, gua mau mencoba bawa beberapa property buat foto. Inspirasinya ya tentu aja dari Instagram. Iseng aja gitu, biar foto makin bagus.

Okeh, sekarang pemesanan tiket. Karena Tulungagung belum ada bandara, transportasi yang paling praktis yaitu naik kereta api. Paling aman sih ambil jadwal kereta malam hari, dan gua pun pesen tiket Eksekutif biar tidurnya lebih nyenyak. Maklum, paginya gua harus ngantor dulu.

Pukul 17.40 tepat, dan kereta Gajayana siap mengantarkan gua dari Gambir menuju Tulungagung. Karena bakalan ada cuti bersama, otomatis penumpang di kereta cukup padat. Oh God, this is my first time doing solo traveling. Kalo biasanya gua jalan-jalan bareng temen, kali ini gua pergi sendirian. Gua harus membiasakan diri untuk solo traveling, walaupun di kota tujuannya nanti gua ada temen.

 

Day 1 – Ombak yang tak kunjung tenang

“Stasiun Tulungagung”

Pukul 06.30 gua udah tiba di Stasiun Tulungagung, 15 menit lebih cepat dari jadwal kereta. Rama pun langsung menjemput gua di stasiun, dan dibawa ke rumahnya buat istirahat sambil sarapan pagi.

Tulungagung merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Timur. Kota ini lumayan terik karena dekat dengan pesisir pantai. Belum banyak tempat nongkrong di kota Tulungagung, that’s why disini bakalan ngerasa lebih tentram. Enaknya di Tulungagung itu ya deket sama kabupaten lain, seperti Kediri, Blitar, dan Trenggalek. Rama sempet nawarin ke Blitar dan Trenggalek buat explore pantai disana, sayangnya gua cuma punya waktu 3 hari di Tulungagung.

“Spot foto Kedung Tumpang”

Destinasi pertama kita yaitu Kedung Tumpang di daerah Desa Pucanglaban, sekitar 2 jam dari kota Tulungagung. Jalanannya agak jelek, tapi pas di area parkir view-nya udah bagus banget karena di atas bukit. Untuk sampe Kedung Tumpang sendiri harus trekking selama 15 menit. Yang enaknya, di awal trekking daerahnya udah bersih dan tertata rapi. Beberapa spot foto juga udah disiapin. Gua pun mencoba foto ala-ala pake ukulele khas Rama.

Kalo kalian pernah ke Angel’s Billabong di Nusa Penida, pasti Kedung Tumpang mengingatkan sama tempat wisata itu. Bedanya, Angel’s Billabong cuma ada 1 spot, sedangkan di Kedung Tumpang punya banyak spot!! Pas gua sampe sini ya sayangnya ombak lagi ga tenang padahal udah siang hari, jadinya cuma foto-foto dari atas tebing.

“Kedung Tumpang”

Puas explore Kedung Tumpang, kita langsung menuju Pantai Lumbung. Lokasinya masih di Desa Pucanglaban dan butuh 1 jam perjalanan dengan motor. Akses ke pantainya cukup sulit karena ada di bawah tebing yang curam, dan kita harus trekking 10 menit menuruni tangga. Tapi begitu nyampe sini, luarrr biasa bagusnya! Dinamakan ‘Lumbung’ karena ada batu gede yang bentuknya seperti lumbung padi. Entah kenapa gua langsung keinget Pantai Batu Payung di Lombok, tapi di Pantai Lumbung ini lebih sepi. Saking sepinya, gua nyoba property foto ala-ala hahahaha.

“Pantai Lumbung”

 

Day 2 – Wisata alam atau wisata buatan?

Nah, hari kedua kita bakalan ke Alas Kandung. Berhubung kata Mas Riyan di Alas Kandung rame banget karena udah dijadiin wisata keluarga, jadinya kita berangkat pagi hari. Btw kenapa gua manggil Mas Riyan ya? Padahal gua lebih muda.

Perjalanan ke Alas Kandung sebenernya lumayan jauh dari kota Tulungagung. Letak tempat wisatanya sendiri ada di Ngunut dan butuh waktu sekitar 1,5 jam. Begitu nyampe sini, gua langsung bergegas ambil posisi buat foto-foto. Well, cuma foto-foto. Ga berani nyemplung lama-lama karena katanya ada pacet.

“Alas Kandung”

Alas Kandung (alas=hutan, kandung=istri yang sedang mengandung), atau Alam Kandung, merupakan salah satu air terjun yang ada di Ngunut. Dulu wilayah Tulungagung dan Blitar itu satu wilayah kerajaan. Saat itu, pati membunuh raja agar bisa menguasai kerajaan, sedangkan istri raja melarikan diri karena gamau dipinang sama pati itu. Istri raja, yang notabene-nya sedang hamil, melarikan diri sampai ke Alas Kandung. Anaknya pun lahir di Alas Kandung dengan nama Joko Kandung. Sang Joko Kandung bertapa disini sampai menjadi dewasa, dan ia kembali ke kerajaan untuk balas dendam atas dasar ayahnya. Walau ia punya kekuasaan di kerajaan, Joko Kandung tetap gamau tinggal di kerajaan dan kembali ke Alas Kandung.

“Cilok goreng”

Setelah Alas Kandung, gua bingung mau kemana lagi. Pilihannya antara Gunung Budheg atau Waduk Wonorejo. Seperti yang udah pernah gua bilang, wisata-wisata di Tulungagung jaraknya jauh-jauh. Sembari mikir mau kemana lagi, gua dan Rama diajak Mas Riyan untuk sarapan cilok goreng. Cilok gorengnya enak banget! Apa karena gua lagi laper ya. Hahahahha.

Akhirnya gua memutuskan ke Waduk Wonorejo, salah satu wisata buatan di Tulungagung. Si Mas Riyan pun membawa personil JKT48 lain yaitu Fahrul (@fahrultr14). Ekspektasi gua gak ribet. Karena lagi jalan-jalan di Tulungagung, pokoknya gua harus ngetrip mumpung lagi disini. Awal denger kata ‘waduk’, gua langsung mikir “ah paling bendungan biasa”. Ternyata oh ternyata, Waduk Wonorejo merupakan waduk buatan terbesar se-Asia Tenggara! Dan kalo kesini banyak tempat buat di-explore. Mostly memang hutan dan air, cuma lumayan buat banyakin stok foto.

“Waduk Wonorejo”
“Situs di sekitar Waduk Wonorejo”

 

Day 3 – Panas-panasan di Pantai Dlodo

Okeh, last day in Tulungagung. Intinya hari terakhir gua harus ke pantai lagi, dan terpilihlah Pantai Dlodo. Do not misspelled ya, banyak banget yang message gua tentang nama pantai ini.

“Jalanan di Pantai Dlodo”

Berhubung akses ke Pantai Dlodo jauh banget di ujungnya Tulungagung dan butuh 2 jam perjalanan, jadinya gua ke tempat wisata ini doang. Enaknya di Pantai Dlodo ya masih sepi walaupun weekend. Selain pantai, ada juga danau yang sayangnya lagi kering. Di sinilah gua diajarin beberapa slang khas anak gaul Tulungagung, misalnya hot potato-potato (panas kentang-kentang), gombale mukiyo, disi’o (lupa nulisnya gimana). Well, I have to write this on my blog! Ga banyak yang kita lakukan di pantai ini. Hanya menikmati pantai dan teriknya matahari. Terlebih lagi ada si Fahrul yang ngelawak terus setiap detik.

“Pantai Dlodo”
“Danau sekitar Pantai Dlodo”

Keesokan harinya gua harus berangkat ke Surabaya untuk melanjutkan perjalanan sebagai solo traveler. See you when I see you Rama, Mas Riyan, Fahrul, dan Tulungagung!

Comments

  1. Halim Santoso

    Selama ini selalu ngikutin perjalanan @heriand lewat instagram. Setelah ada blog ini jadi lebih ngerti bagaimana serunya petualangan seorang Heri Andiyani. *kok kedengeran kaya testimoni obat* Hahaha. Salam kenal dari Solo. 😉

    1. Post
      Author
  2. Pingback: Mencoba Solo Traveling Untuk Pengalaman Berbeda – Heriand.com

  3. Ridwan Fajar

    terimakasih telah berkunjung dikota kelahiran saya “Tulungagung”. Tulisan2 yang saya baca diblognya sangat menginspirasi. Saya juga kagum dengan foto2 yang diupload di instagram. Keep it up bro

    1. Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *