Melihat Kawasan Konservasi Terumbu Karang di Labuan Bajo

Warna-warni terumbu karang tampak jelas dari permukaan air laut. Bukan terumbu karang yang berantakan dan sudah hancur, malah terumbu karang disini terlihat rapi dan dirawat dengan sangat baik.

Selama traveling di Labuan Bajo, saya bersama Aghi dan Iko berkesempatan mengunjungi kawasan konservasi terumbu karang. Perlu diketahui bahwa disini saya tidak akan menyebutkan secara spesifik kawasan ini berada di pulau mana. Di artikel ini, mari kita sebut ‘Pulau Terumbu’ sebagai pengganti private island Labuan Bajo.

Kawasan konservasi terumbu karang tidak bisa dipilih secara sembarangan. Tempat ini harus jauh dari rute kapal dan juga jauh dari wisatawan. Pulau Terumbu letaknya cukup jauh, butuh waktu sekitar 2 jam dari Labuan Bajo dengan menaiki kapal nelayan. Hanya orang-orang tertentu yang bisa mengunjungi kawasan ini, seperti pengelola pulau dan wisatawan yang juga harus mengerti tentang kawasan ini. Jika kamu ingin ke tempat ini, maka kamu harus izin terlebih dahulu ke pemilik atau pengelolanya.

“Burung laut di sekitar pulau”

Setiap harinya, selama 24 jam harus ada yang menjaga Pulau Terumbu. Ada ketakutan kalau nanti ada yang mendatangi pulau ini tanpa seizin pemilik maupun pengelolanya. Tidak ada rumah di Pulau Terumbu. Dari puncak bukit pulau sudah tersedia cottage yang siap memantau sekitar pulau. Menurut cerita dari pengelola, pernah ada suatu kejadian di malam hari ada kapal yang sedang menepi di Pulau Terumbu, kemudian mengambil terumbu karang dan biota laut sekitar pulau. Hal ini sangat disayangkan mengingat butuh puluhan tahun agar terumbu karang dapat tumbuh dengan sempurna.

Nah, mari kita bahas terlebih dahulu tentang Pulau Terumbu.

“Pemandangan sekitar pulau”

Pulau Terumbu merupakan private island yang ada di Labuan Bajo. Pemilik pulau ini berasal dari Perancis yang juga tergabung dalam organisasi non-profit peduli terhadap terumbu karang. Sejak tahun 2010, organisasi ini memilih Indonesia sebagai negara yang mempunyai potensi terumbu karang terbesar di dunia.

Pulau Terumbu mempunyai pantai yang sangat indah, bahkan paling indah dibandingkan pantai-pantai yang pernah saya kunjungi. Air lautnya mempunyai gradasi biru muda sampai biru tua, dengan view bukit-bukit gersang khas Labuan Bajo. Pasir di Pulau Terumbu juga sangat bersih. Saat saya mengunjungi pulau ini, saya mendapatkan pasir gusung tepat di tepi pantai. Terdapat juga burung-burung laut yang sedang mencari makan di tepi pantai.

Hari sudah semakin sore, dan pengelola pulau menyarankan kita untuk segera melakukan snorkeling. Pengelola pulau mengenakan alat diving lengkap, untuk mengecek keadaan terumbu karang sebelum malam hari tiba. Sedangkan kita diberi snorkeling mask dan fin pendek. Saya sangat takjub begitu melihat pemandangan bawah air Pulau Terumbu. Terumbu karang disini sangatlah indah dan biota laut tampak menjadikan terumbu karang sebagai rumah mereka. Sembari melakukan dokumentasi, saya menikmati keindahan bawah air di pulau ini.

“Biota laut di Pulau Terumbu”
“Pemandangan konservasi terumbu karang”
“Warna-warni terumbu karang”
“Kawasan konservasi terumbu karang”

Sebagai tambahan informasi, kamu tidak boleh menyentuh apalagi menginjak terumbu karang. Hal ini sangat dilarang keras mengingat waktu yang dibutuhkan untuk terumbu karang tumbuh sangat lama. Satu tahun terumbu karang hanya tumbuh sekitar 0,5-7 cm, tergantung pada jenis terumbu karang. Perlu diketahui bahwa di Indonesia sendiri hanya 6,2% terumbu karang yang masih berkondisi baik. Membuang sampah atau limbah ke laut juga sangat tidak diperbolehkan karena dapat menghambat pertumbuhan terumbu karang.

Jam 5 sore kita sudah diharuskan menuju tepi pantai. Sambil beristirahat, kita menikmati pemandangan sunset yang sangat indah.

“Sunset view”

 

Baca juga beberapa artikel tentang Flores :